Kecepatan potong penggilingan mengacu pada kecepatan sesaat dari titik yang dipilih pada pemotong relatif terhadap titik yang sesuai pada benda kerja.
Vc=πDN/1000
Vc: Kecepatan potong (m/mnt)
N: Kecepatan putaran pemotong (r/mnt)
D: Diameter pemotong penggilingan (mm)
Kecepatan potong dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti material pemotong, material benda kerja, kekakuan komponen perkakas mesin, dan fluida pemotongan. Kecepatan potong yang lebih rendah biasanya digunakan untuk pemesinan logam keras atau keras-sebuah proses yang dikenal sebagai-pemotongan tugas berat-untuk mengurangi keausan pemotong dan memperpanjang masa pakai alat. Kecepatan potong yang lebih tinggi umumnya digunakan untuk pemesinan material yang lebih lembut guna mencapai kualitas permukaan akhir yang unggul. Kecepatan pemotongan tinggi juga dapat digunakan saat menggunakan-pemotong berdiameter kecil untuk operasi pemesinan-mikro pada material rapuh atau komponen presisi. Misalnya, saat menggunakan pemotong baja berkecepatan tinggi (HSS), kecepatan potongnya adalah 91–244 m/mnt untuk aluminium dan 20–40 m/mnt untuk perunggu.
